Interview part 2: Pak Agus Djanuar

Ok, sudah tunggu lama, sekarang part kedua dari interview dengan Pak Agus:

Tentang MINORFIGHTER tagline : RADICAL ,WILD, RESPECT

Radikal : bagaimana kebebasan berperilaku seorang Minorfighter terhadap medianya ( motor ) , sinergi mesin dan manusia sampai kepada aku adalah roh .
wild : bagaimana kebebasan berperilaku seorang minorfighter terhadap dirinya ….maintenance liar,brutal, keras,rasa bangga, sampai pada penyatuan identitas MF sebagai Trah/turunan/clan.

RESPECT : bagaimana kebebasan berperilaku seorang Minorfighter terhadap orang di luar dirinya, tidak lagi membutuhkan aturan2tertulis tetapi mengacu kepada nora/etika dalam hidup bersama begitu menghargai kebebasan mutlak yang kemudian atas kesadaran murni dirinya kebebasan mutlak orang diluar dirinya dijaga / dibuat sebagai batas agar tidak menjadi friksi.

latar belakang MF :
awal beberapa manusia yang sebelumnya sudah saling kenal dan terlibat bersama dalam suatu kegiatan di dunia otomotif yang kemudian karena kesamaan cara pandang memutuskan untuk merubah konsep berkumpul sebelumnya yang terstruktur menjadi konsep berkumpul yang tak terstruktur tidak mempunyai aturan2 tertulis tetapi mempunyai aturan yang berujud norma2/kaidah yang berlaku layaknya sebuah keluarga.
orientasinya lebih mengacu kepada keterlibatan manusia yang punya keinginan lebih maju dan berkembang serta mengupayakan manusia yg bisa menghasilkan sebuah nilai/hasil yang lebih baik , baik secara material maupun non material yaitu dengan cara menciptakan manusia2 yang produktif dengan cara meningkatkan kemampuan berproduksi scr mandiri berorientasi kepada masa depan yang lebih baik.

tujuan dalam skala besarnya dari kemampuan berproduksi ini diharapkan mampu membawa nama daerah yaitu Banyumas dan sekitarnya khususnya kota Purwokerto diharapkan minimal bisa menjadi contoh pembanding hasil produksi antara daerah dan kota besar dengan maksimalisasi asset daerah dan sekitarnya didukung kemampuan produksi scr mandiri kemudian melangkah kepada harapan u/ bisa membuat Purwokerto menjadi sentra otomotif. dominasi keterlibatan orang2 yang erat hubungannya dengan kota Purwokerto baik secara phisik (domisili) maupun sejarah hidup (story) inilah yang membuat sekumpulan orang2 ini memusatkan seluruh jaring2/ simpul kepada kota Purwokerto.

sekumpulan manusia2 ini dengan konsep tak terstruktur yang bergerak aktif di dunia otomotif khususnya roda 2 berangkat dari dasar karakter yang berbeda karena kesamaan presepsi dalam cara pandang secara keseluruhan yang membuat menjadikan pada perilaku yang tidak jauh berbeda satu dengan lainnya sehingga penilaian orang2 di luar menganggap seperti penyeragaman karakter.
karena belum pernah adanya sekumpulan manusia yang bergerak aktif di dunia otomotif khususnya roda 2 yang tidak terstruktur maka sekumpulan manusia2 itu menyebut dirinya dengan filosofinya sebagai kaum minoritas dan sekumpulan manusia2 tak tersruktur menyebut kumpulan manusia2 yang lain yang terstruktur dengan sebutan Mayoritas.
kaum minoritas tidak melihat mayoritas sebagai kompetitor atau sesuatu yang berlawanan tetapi lebih tepatnya kepada pembentukan suatu iklim keseimbangan sosial dalam kehidupan dunia otomotif yang apabila di ilustrasikan adalah sebagai sebuah mata uang yang tidak akan berfungsi manakala hanya ada satu sisi saja.
tolak ukur kekuatan kaum minoritas tidak dalam jumlah manusia yang terlibat di dalamnya tetapi pada kemampuan menjadi virus yang bisa mempengaruhi mayoritas baik dalam berperilaku baik dalam gaya hidupnya maupun perilaku terhadap sarananya sehubungan denga cara pandang dan filosofinya minoritas yang kemudian di kalangan mayoritas berubah menjadi sesuatu yang dicerna atau diterjemahkan sangat sederhana yaitu bentuk minorfighter atau trend.

dari keinginan penciptaan manusia2 yang produktif yang kemudian menghasilkan suatu barang produksi diperlukan icon sebagai alat/sarana untuk lebih mudah di perkenalkan kepada publik atau mayoritas kemudian dibuatlah nama dengan sebagai merk/branded dengan tujuan penciptaan pasar yang dikenal dengan nama ‘ MINOR FIGHTER ‘ yang juga nama tersebut dipakai oleh kaum minoritas sebagai identifikasi diri dalam kehidupan dunia otomotif.
mengapa kemudian di beri nama Minorfighter ? nama ini mencerminkan bahwa baru pernah ada di bumi indonesia tercinta dalam kehidupan dunia otomotif satu kelompok/kumpulan manusia2 yang bergerak aktif dalam kehidupan otomotif khususnya roda 2 yang tidak terstruktur tetapi punya kemampuan bergerak melebihi suatu bentuk kumpulan terstruktur atau organisasi tanpa merusak kaidah2/norma/aturan yang berlaku di masyarakat secara umum, karena tdak banyak2nya itulah maka kata minor dipakai sebagai cerminan situasi dan kondisi yang ada tentang keberadaanya dan penggunaan kata fighter sehubungan dengan penciptaan manusia produktif yang mandiri, maju, berkembang demi masa depannya.

Terima Kasih lagi.

Stay tuned for part 3!!!!

~ by theo224 on April 15, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: