Interview dengan: Agus Djanuar ‘Father of Streetfighters in Indonesia’

This is an interview I had with Pak Agus, from X-k Bike Design. He was kind enough to let us in on his personal life, his vision on Streetfighters Minorfighters and how he founded X-k Bike design..

This is the unedited version of how Pak Agus answered all my questions. Silahkan duduk dulu, karena interview ini panjang sekali!🙂 (Excuse us for having this interview only in Indonesian available. We are working hard on making this a bilingual site)

Thanks a lot Agus!

PART 1:

dunia modifikasi berangkat dari hobby otomotif dengan karakter yang saya sukai yaitu motor trail dan kompetisinya th 2002 terbuka link dengan Singapure se hubungan dengan part ex motor sport 4oocc-up, kebutuhan akan hidup yang membuat saya kembali termotivasi untuk menekuni dunia otomotif sungguh sesuatu yang luar biasa saat mana ada keselarasan antara rasa suka dan aktivitas yang bisa menghasilkan sebuah karya /bentuk yang mempunyai nilai jual di samping rasa puas juga bisa menjadi sumber penghasil’lan dalam kita harus hidup, dasar2 dan kesempatan inilah yang membuat saya dapat tetap ada hingga saat ini.

nama saya : Agus Djanuar.
lahir : di purwokwerto ( sebuah kota kecil yang ada di pulau Jawa-tengah terletak di antara kota cilcap dan tegal 15km dari Gunung Slamet.
tanggal lahir : 6 agustus 1967
nama X-K : di ambil dari nama anak putri saya yang bernama
KALYCHA (kaly=X dan cha=K) umur baru 8 Th sekarang duduk di kelas 2 SD ( sekolah dasar ) .
Alamat : Jalan balai desa pasirmuncang Belakang SD ll Purwokerto.
dari banyaknya orang2 yang pernah sampai ke rumah saya 99% nya dari mereka nyasar dan perlu banyak bertanya tentang lokasi rumah saya …hahahahaha pak Theo tau ….rumah saya ada di tengah sawah dulu rumah itu dibuat oleh orang tua saya sebgai Farm (rumah ternak sapi perah ) sekarang jadi rumah motor tanpa buntut hahahahahaha………….

saya begitu mencintai keluarga kecil saya seperti saya mencintai pekerjaan saya sebagai perusak motor hehehehe……. , saya melihat motor bukan lagi hanya sebagai alat trnsportasi tetapi saya melihat motor sebagai media tak ubahnya seperti kain kanvas yang diperlukan seorang pelukis dimana media itu bisa menampung semua ekspresi ,hasrat,rasa marah, senang, sedih dan kreasi dari seseorang.
saya mempunyai sedikit keinginan yaitu membawa nama kota saya menjadi sebuah kota yang bisa menjadi sumber inspirasi, ide ataupun kombinasi kreatifitas dan kegilaan bagi manusia yang mencintai karakter STREETFIGHTER baik di negeri sendiri dan negeri lain minimal kami bisa menjadi pembanding untukkota besar di negeri kami.

tahun ini saya mungkin mulai berbagi ilmu tentang modifikasi di sekolah menengah atas (SMA) dan terus menerus akan saya lakukan dari tahun ke tahun berikutnya sebanyak-banyaknya Jumlah SMA di kota kami sebagai materi tambahan hal ini saya lakukan karena keinginan saya yang sedikit itu …. yaitu : untuk bisa menjadikan sebuah kota kecil yang bernama PURWOKERTO menjadi kota sumber inspirasi pecinta streetfighter.
sudah pasti harus lah banyak pelaku modifikasi yang focus di karacter yang sama hal suka pada otomotif dan modifikasinya ini harus di ciptakan/ di tanamkan sedini mungkin pada kepala mereka , mengapa sasaranya pada anak SMA ? seumur mereka jiwa anak2 sangatlah liar ini dibutuh kan untuk suksesnya sebuah doktrin tentu saja juga ada pertimbagan lain ….di negeri kami usia pengangguran banyak muncul di masa setelah mereka selesai belajar SMA ada sedikit harapan dari saya dengan sudah diberinya skill/ketrampilan modifikasi rasa kemandirian mereka akan tumbuh atau bisa bertahan hidup dengan keahlianya baik bekerja kepada orang lain maupun bekerja atas modal sendiri.

sedari awal saya sangat berterimakasih tentang pak Theo dan global fighternya kami berharap aktivitas kami di dunia streeetfighter bisa di lihat dan dirasakan oleh orang2 dimanapun berada khususnya orang2 yang ada di luar negeri kami semoga dengan harapan2 baru bisa lebih memicu kami untuk berbuat lebih baik lagi.

GF: Thank you Pak Agus. Stay tuned to catch part two of this interview!

~ by theo224 on April 13, 2010.

5 Responses to “Interview dengan: Agus Djanuar ‘Father of Streetfighters in Indonesia’”

  1. Terus berjuang pa demi berkembang nya ras fighter d Indonesia bersama MINOR FIGHTER, barisan MF Support jga akan mendukung dan berada d sisi pa Agus slalu…….

    Salam hormat, MF Support Ciamis.

  2. Brutalechestra always support, Viva Streetfighter

  3. Sayang saya tinggal jauh dari purwokerto, meski begitu saya ingin sekali jadi kaum minor figter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: